SEMANGATKARYA COM, Luwu – Pada gelaran Turnamen Taekwondo Wija To Luwu Cup (WTLC) III berlangsung Sabtu hingga Ahad (7-8 Februari 2026), atlet Taekwondo Pondok Pesantren Riyadhusshalihin Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu dapat menyita perhatian publik. Betapa tidak, siswa lembaga pendidikan keagamaan Islam ini, sukses mengukir prestasi non akademik dengan raihan 12 medali sekaligus juara umum 3 pada ajang tersebut.
Ajang bergengsi ini menjadi panggung pembuktian bagi para atlet taekwondo muda berbakat di wilayah Luwu, berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan,la
Dalam kompetisi ketat yang diselenggarakan oleh Pengurus Taekwondo Luwu tersebut, tim dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Riyadhusshalihin Murante, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai juara umum 3.
Tim asuhan Ustadz Muhammad Yusuf, S.Pd ini berhasil membawa pulang total 12 medali dengan rincian 2 medali emas, 7 medali perak dan 3 medali perunggu. “Sebuah capaian prestasi yang terbilang menggembirakan bagi kami selaku pembina Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Riyadhusshalihin Murante”, ucap Ustadz Muhammad Yusuf meyakinkan.
Ustadz Muhammad Yusuf yang juga pelatih taekwondo, menyatakan rasa bangganya atas dedikasi para santri sekaligus atletnya. Bagi dia, partisipasi dalam turnamen ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar kemenangan fisik.
“Kegiatan ini bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga sarana efektif untuk menanamkan nilai disiplin, ketekunan dan rasa hormat pada generasi muda”, tandas Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai penyerahan piala.
Putra mantan pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah Cabang Cilallang, almarhum Ustadz Muhammad Ma’shum menekankan bahwa olahraga bela diri seperti taekwondo adalah sarana pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di pesantren yang berbasis spiritualitas.
Menutup keterangannya, Muhammad Yusuf menitipkan pesan penting bagi seluruh atlet yang telah bertanding. Ia berharap prestasi ini tidak membuat para atlet merasa puas dan bangga, melainkan semakin memperkuat karakter mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi gelaran atau turnamen taekwondo yang lebih tinggi.
“Kami mengharapkan seluruh atlet tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan saling menghormati, sesuai dengan Janji Taekwondo Indonesia. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu mengalahkan ego sendiri dan tetap rendah hati,” tambahnya.
Turnamen WTLC III ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat terus menjaring bibit-bibit unggul atlet Taekwondo di Kabupaten Luwu agar mampu bersaing di kancah lokal, nasional maupun internasional. ***
Laporan : Darwis Jamal






