oleh

Aksi Pencurian & Miras di MTs Muhammadiyah Lempangang, Basri Mattayang Turut Menyayangkan dan Butuh Perhatian Bersama

-Kasus-10 views

SEMANGATKARYA.COM, Gowa – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Lempangang, satu diantara satuan pendidikan keagamaan dan kini menjadi kebanggaan masyarakat Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, sudah beberapa kali mengalami kecurian dan aksi minuman keras (miras) dalam lokasi sekolah tersebut.

Ironisnya, pelaku diduga melibatkan sejumlah anak muda hingga kini belum diketahui identitas mereka. Seperti terjadi beberapa hari lalu dan kejadiannya sekitar pukul 01:00 Wita, kini menuai keprihatinan serta menyayangkan dari sejumlah warganet terutama di WhatsApp Group Forum Diskusi Panciro.

Akibatnya, selain pelaku menjarah sejumlah barang berharga milik warung (kantin) berupa tabung gas ukuran 3 kg, juga merusak pintu lantai 2 sekolah serta ditemukan botol miras berserakan dan air kencing di dalam uang kelas tersebut

Merespon kejadian itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lempangang bersama Kepala MTs Muhammadiyah Lempangang Panciro Sahri Mulia, S.Pd beserta jajaran menggelar rapat pada Jum’at (3/4/2026) sore di ruang Tata Usaha/Guru MTs Muhammadiyah Lempangang Panciro.

Dalam rapat itu, selain hadir sejumlah unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lempangang, antara lain Arsul Arifin dg Makku (ketua) dan Anwar Dg Malolo (wakil ketua), juga hadir Kepala MTs Muhammadiyah Lempangang Sahri Mulia beserta jajaran.

Menurut Sahri Mulia, aksi pencurian dan miras tidak bersamaan waktu kejadiannya. Beberapa malam lalu, katanya, warung milik sekolah memang sempat dibobol pelaku. Kemudian malam berikutnya mereka bereaksi lagi dengan minuman keras ditandai adanya botol dan puntung rokok tampak berserakan dalam ruang kelas.

“Pada waktu yang agak sama, mesin air milik SMA Muhammadiyah Lempangang Panciro nyaris dibawah kabur oleh si maling, tapi gagal karena mesin berada dalam posisi kuat”, ujar Sahri Mulia ditemui media ini di rumah kediamannya, Sabtu (4/4/2026) kemarin.

Sahri Mulia juga mengaku, tak ada barang berharga milik sekolah diambil oleh oknum tersebut kecuali pintu warung dirusak dan lantai 2 kerap dijadikan lahan aksi minuman keras pada malam tertentu.

Meskipun begitu, sebut aktivis Aisyiah ini, Anwar Malolo selaku Wakil Ketua Cabang Muhammadiyah Cabang Lempangang mengambil langka konstruktif dan reaktif mulai sejak kejadian beberapa hari lalu hingga sekarang intens melakukan patroli pada waktu tengah malam.

“Kunci pagar dan kunci pintu lantai 2, pak Anwar Malolo sudah pegang supaya mudah akses masuk ke sekolah. Beliau nanti akan ditemani Babinsa, Bhabinkamtibmas Panciro termasuk dari anggota FKPM lainnya untuk patroli sekaligus cari tahu siapa pelaku tersebut”, tukas Sahri Mulia.

Sejumlah sumber mengungkapkan, kalau pelaku pencurian dan minuman keras diduga kuat adalah warga (anak muda) sekitar Dusun Mattirobaji dan Dusun Bontoramba Selatan, Dusun Bontoramba (Desa Panciro).

“Tidak mungkin anak muda dari luar wilayah Desa Panciro yang berani melakukan pencurian dan pesta miras di sekolah tersebut”, tukas Nengsi, pemilik warung yang mendapat izin dari pihak madrasah dan PC Muhammadiyah Lempangang untuk menggunakan lahan tersebut.

“Kami dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gowa sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian pencurian serta penyalahgunaan lingkungan madrasah, seperti dijadikannya lokasi untuk aktivitas miras oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”, ungkap Basri Mattayang

Basri Mattayang juga mantan Ketua Cabang Muhammadiyah Lempangan menegaskan bahwa MTs Muhammadiyah Panciro adalah lembaga pendidikan yang memiliki misi membentuk generasi berakhlak dan berilmu.

“Tindakan-tindakan tersebut jelas mencederai nilai-nilai pendidikan dan norma masyarakat. Khususnya masyarakat Panciro yang menjunjung tinggi moralitas dan religius”, katanya.

Dia juga menyikapi kejadian yang dialami MTs Muhammadiyah Panciro, bukan hanya persoalan internal madrasah, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk masyarakat sekitar dan aparat keamanan.

Sebagai solusi dan langkah konkret terhadap kejadian tersebut, Basri Mattayang selaku penanggung jawab dan membawahi 56 satuan pendidikan (sekolah) dalam lingkup kepengurusan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gowa segera melakukan koordinasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lempangang sebagai penyelenggara satuan pendidikan termasuk juga berkoordinasi kepada pihak madrasah guna melakukan tindakan preventif dan mencegah kejadian serupa agar tak terulang lagi.

Pada waktu yang sama, pihaknya juga dapat melengkapi fasilitas keamanan madrasah, siapkan penerangan lampu, memperkuat pagar dan pintu gerbang serta melakukan patroli.***

Laporan : Darwis Jamal