SEMANGATKARYA.COM, Makassar-Sebuah kampung (dusun) kecil bernama Tondong Basi, Desa Lawadia, Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, publik tak menyangka kalau ada putra terbaik, lahir dari keluarga petani, tapi hidup sederhana dan religius. Itulah Ilham Yahya, ST, M.S.P yang kini bekerja sebagai dosen tetap pada Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik, Universitas 45 Bosowa, Makassar, Sulawesi Selatan.
Bagi putra kelima dari enam bersaudara hasil buah pernikahan Muh Yahya (almarhum) dengan St Patimahsang (almarhumah), juga tak menyangka kalau dirinya akan menjadi dosen, apalagi bagian dari keluarga besar Universitas 45 Bosowa Makassar.
Dikatakan, sejak kecil tak terpikir apalagi membayangkan akan mengenyam kuliah di perguruan tinggi terbilang sempurna mulai S1 sampai S3. “Apabila tamat SD, saya ingin lanjut di pesantren saja menggantikan kakak saya Arizal yang telah meninggal dunia saat usia remaja, seperti itu cita-cita saya akan melanjutkan jejak almarhum”, ungkap Ilham dengan nada diplomatis.
Namun, nasib berkata lain dan selanjutnya ia berlabuh ke sekolah umum. Syukur Alhamdulillah, berhasil menyelesaikan sekolah mulai tingkat sekolah dasar hingga pendidikan perguruan tinggi dengan selesai tepat waktu.
Masalah nasib yang baik, itu juga berada dalam genggaman Allah SWT sambil kita berusaha dan bertawakal kepada-Nya. Ingat doa orang tua sangat berarti dalam setiap perjuangan serta cita-cita yang memberikan keberkahan dan ridha orang tua kepada anaknya”, ujar Ilham Yahya kepada media di rumah kediamannya Jln Lingkar Barat, Perumahan Citra Land Tallasa City, Kelurahan Kapasari Raya, Kecamatan Tamanlarea, Kota Makassar, Ahad (12/4/2026).
Meski begitu, putra Kamisi (Kolaka Utara) kelahiran 10 April 1981 itu, dalam kalangan keluarga dikenal anak yang taat dan patuh (saleh) serta beriman. “Kami dididik dari keluarga khususnya kedua orang tua dengan hidup sederhana dan mandiri. Memasuki usia 12 tahun, saya ditinggal oleh ibu kandung tercinta karena meninggal dunia, sehingga peran pendidikan dalam keluarga otomatis sepenuh pada ayah”, kenang Ilham Yahya.
Tanpa kehadiran ibu kandung kecuali sang ayah saat itu masih hidup, Ilham Yahya dapat menyelesaikan pendidikan formalnya, yakni SDN No 1 Kamisi (1995), SLTP Negeri 3 Kolaka Utara (1998), SLTA Negeri 1 Kolaka (2001), Strata Satu (S1) Teknik Perencanaan Wilayah & Kota, Universitas 45 Bosowa Makassar (2006), Strata Dua (S2) Teknik Perencanaan Wilayah & Kota Universitas 45 Bosowa Makassar (2012) serta Strata Tiga (S3) Teknik Perencanaan Wilayah & Kota Universitas 45 Bosowa Makassar (2022-sekarang).
Selain peran orang tua, Ilham Yahya juga mengungkapkan, sukses di dunia akademik tak lepas dari dukungan sang istri tercinta yakni dr Andi Zulasmayani Andi Genda (almarhumah). “Selama sepuluh tahun saya bersama istri, luar biasa keterlibatannya memberi support serta dukungan penuh kepada kami selaku suami. Sayangnya, beliau terlalu cepat menghadap sama Allah”, ujar Ketua IKA Planologi/PWK 45 Bosowa ini.
Ilham Yahya yang salah satu alumni terbaik dari Prodi PWK, Fakultas Teknik Universitas 45 Bosowa Makassar diangkat jadi dosen dalam usia relatif muda dan karirnya terus meningkat. Ditambah pengabdian dan dedikasi yang tinggi. Kini Ilham Yahya kemudian menjelma menjadi mentor papan atas dalam mendesain Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terhadap sejumlah daerah kabupaten/kota dan provinsi di tanah air terutama di Kawasan Indonesia Timur (KTI).
Bahkan, capaian kinerja akademik terbilang fantastik ini menjadi kebanggan pribadi dan keluarga, juga institusi/lembaga perguruan tinggi yang diwakilinya yakni Universitas 45 Bosowa Makassar termasuk Kabupaten Kolaka Utara sebagai daerah kelahirannya.
Ilham Yahya tak hanya mengajar semata di almamater dan sejumlah perguruan tinggi di Sulsel, tapi ia sudah mengabdi dan mendedikasikan diri khususnya di Kabupaten Kolaka Utara dalam mendesain Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ibu kota Kolaka Utara (Lasusua) dan ibu kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kolaka Utara.
Pada Kamis 16 April 2026, Ilham Yahya akan menghadapi Ujian Sidang Promosi Doktor untuk Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota, berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana Lantai 1 Menara Bosowa, Makassar.
Sejumlah pejabat dari Pemkab Kolaka Utara akan hadir dan sekaligus menyaksikan ujian sidang promosi doktor tersebut, antara lain Wakil Bupati Kolaka Utara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kolaka Utara dan pejabat lain dari Dinas Pariwisata Kolaka Utara. “Kehadiran mereka dalam mengikuti ujian sidang promosi doktor, saya nilai krusial (penting) selain memberi support, dukungan dan apresiasi, tapi juga sekaligus mengiringi doa agar proses ujian kami dapat berjalan lancar”, tukas Ilham Yahya.
Di hadapan 8 dewan penguji dipimpin oleh Prof Dr Ir Murshal Manaf, ST, MT yang juga ketua promotor, Ilham Yahya akan menyampaikan hasil penelitiannya dengan disertasi berjudul “Model dan Strategis Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Dalam Pengembangan Sektor Pertambangan Berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Utara”.
Seperti dikutif dari ringkasan disertasi dalam abstrak, antara lain bahwa sektor pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara merupakan penggerak ekonomi utama, namun implementasinya menghadapi tantangan berupa rendahnya kepatuhan zonasi dan konflik pemanfaatan ruang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi implementasi, merumuskan model melalui uji statistik serta menetapkan strategi penelitian ruang yang mendukung pertambangan berkelanjutan.
Menurut Ilham Yahya, dalam penelitiannya itu menggunakan pendekatan mix-methods dengan analisis Struktural Equantion Modeling (SEM-PLS) untuk pengujian model dan analisis SWOT untuk perumusan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan kuesioner terhadap masyarakat, pemerintah dan pelaku industri.
Secara praktis, hasil penelitian (disertasi) setebal 233 halaman menyediakan kerangka (acuan) kerja operasional bagi pemerintah daerah untuk mentransformasi RTRW menjadi instrumen investasi strategis yang menjamin kelestarian ekologis dan keadilan sosial.
“Penelitian kami melalui model dan analisis SWOT, sebuah variabel pemikiran yang orisinil dan holistik kami dalam upaya menjabarkan kebaharuan penelitian khususnya mendukung pertambangan berkelanjutan yang ramah lingkungan”, jelas Ilham Yahya sembari mengaku, penelitiannya ini dapat pengakuan dari sejumlah jurnal internasional. **
Laporan : Darwis Jamal Takdir





