oleh

Kepala Kemenag Sampaikan Program Prioritas Kepada Walikota Makassar, Dorong Pembentukan Badan Wakaf

-Agama-13 views

SEMANGATKARYA.COM, Makassar – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar menggelar kegiatan “Kemenag Makassar Mulia” (Melayani Umat dengan Lugas, Inovatif dan Akuntabel) dirangkaikan dengan Walikota Menyapa dan Ramah Tamah HAB ke-80 setelah sukses merayakannya pada 3 Januari 2026 lalu.

Dihadapan Walikota Makassar H Munafri Arifuddin, SH dan Kepala Kemenag Sulsel Dr H Muh Ali Yafid, M.Pd, Kepala Kemenag Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag, menyampaikan pada kegiatan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke -80 tingkat Sulawesi Selatan, berlangsung di Kabupaten Bone, Kemenag Kota Makassar keluar sebagai juara umum setelah pihaknya berhasil memenangkan sejumlah lomba dan pertandingan.

Masih terkait kegiatan HAB ke-80 tahun 2026, melaksanakan long mart bersama pimpinan beserta jajaran ASN Kemenag Kota Makassar ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar. Di sana, mereka membacakan doa kepada para pahlawan (syuhada)yang gugur membela bangsa dan agama, semoga Allah SWT memberi tempat yang layak dan setimpal.

H Muhammad juga mengaku, sepanjang satu tahun terakhir ini, Kemenag Kota Makassar menunjukkan perkembangan signifikan dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat termasuk kehidupan beragama, sikap toleransi umat beragama dan penguatan moderasi beragama.

Dia juga menyebutkan, salah satu program prioritas yang tengah didong adalah pembentukan Kantor Urusan Agama (KUA) baru di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Menurutnya, keberadaan KUA di wilayah kepulauan sangat dibutuhkan agar masyarakat pulau tidak lagi harus menyeberang ke daratan untuk mengurus layanan keagamaan.

“Alhamdulillah, Bapak Wali Kota Makassar telah menyiapkan lahan lebih dari 300 meter persegi. Sementara pembangunan gedung akan ditangani oleh Kementerian Agama. Mudah-mudahan tahun ini pembentukannya bisa berjalan dan langsung dibangun,” ujar H Muhammad yang mulai resmi menjabat Kepala Kemenag Kota Makassar minggu pertama Oktober 2025 lalu.

Selain itu, Kemenag Kota Makassar dapat mendorong pembentukan Badan Wakaf Kota Makassar dengan target penerbitan 100 sertifikat tanah wakaf. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar, termasuk pembiayaan operasional dan proses pengukuran lahan.

Kemenag Kota Makasar juga menggalakkan sosialisasi wakaf uang, yang selama ini masih belum optimal dimanfaatkan masyarakat. Padahal, menurutnya, wakaf uang memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan fasilitas publik seperti jembatan, rumah ibadah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Tantangan kita hari ini adalah mengubah pola pikir masyarakat. Wakaf bukan hanya soal tanah atau bangunan, tetapi juga wakaf uang yang manfaatnya sangat luas,” ujar Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Makassar.

Di bidang pemberdayaan umat, Kemenag Kota Makassar turut menguatkan peran Baznas sebagai pilar ekonomi umat serta mengembangkan program ekoteologi, yakni pendekatan ketuhanan dalam menjaga lingkungan (bumi).

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peran Kementerian Agama Kota Makassar sangat strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama dan membangun karakter masyarakat yang pluralis.

“Kemenag tidak hanya mengurus urusan dunia, tetapi juga menyatukan perbedaan, melakukan pengawasan dan membangun pola pendidikan keagamaan. Tantangannya sangat kompleks mulai dari aliran menyimpang hingga upaya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan agama,” ujar Munafri Arifuddin.

Ia menambahkan, tugas menjaga nilai-nilai agama bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenag semata, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga memaparkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat, di antaranya melalui jaminan keselamatan kerja, jaminan hari tua, serta pemberian insentif kepada guru guru mengaji dan petugas pemandi mayat (jenazah).

Selain itu, Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Tahun 2025 juga telah mengatur proses pembangunan berbasis nilai-nilai agama, kearifan lokal dan akhlak yang tercermin dalam budaya sopan santun masyarakat Makassar.

Pemkot Makassar berharap nilai-nilai ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik ke depan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan silaturahmi antara Kemenag dan Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak positif dan nyata bagi masyarakat Kota Makassar. **ril***

Laporan : Darwis Jamal Takdir Kemenag Sampaikan Program Prioritas Kepada Walikota Makassar, Dorong Pembentukan Badan Wakaf

Makassar.semangat karya.com. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar menggelar kegiatan “Kemenag Makassar Mulia” (Melayani Umat dengan Lugas, Inovatif dan Akuntabel) dirangkaikan dengan Walikota Menyapa dan Ramah Tamah HAB ke-80 setelah sukses merayakannya pada 3 Januari 2026 lalu.

Dihadapan Walikota Makassar H Munafri Arifuddin, SH dan Kepala Kemenag Sulsel Dr H Muh Ali Yafid, M.Pd, Kepala Kemenag Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag, menyampaikan pada kegiatan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke -80 tingkat Sulawesi Selatan, berlangsung di Kabupaten Bone, Kemenag Kota Makassar keluar sebagai juara umum setelah pihaknya berhasil memenangkan sejumlah lomba dan pertandingan.

Masih terkait kegiatan HAB ke-80 tahun 2026, melaksanakan long mart bersama pimpinan beserta jajaran ASN Kemenag Kota Makassar ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar. Di sana, mereka membacakan doa kepada para pahlawan (syuhada)yang gugur membela bangsa dan agama, semoga Allah SWT memberi tempat yang layak dan setimpal.

H Muhammad juga mengaku, sepanjang satu tahun terakhir ini, Kemenag Kota Makassar menunjukkan perkembangan signifikan dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat termasuk kehidupan beragama, sikap toleransi umat beragama dan penguatan moderasi beragama.

Dia juga menyebutkan, salah satu program prioritas yang tengah didong adalah pembentukan Kantor Urusan Agama (KUA) baru di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Menurutnya, keberadaan KUA di wilayah kepulauan sangat dibutuhkan agar masyarakat pulau tidak lagi harus menyeberang ke daratan untuk mengurus layanan keagamaan.

“Alhamdulillah, Bapak Wali Kota Makassar telah menyiapkan lahan lebih dari 300 meter persegi. Sementara pembangunan gedung akan ditangani oleh Kementerian Agama. Mudah-mudahan tahun ini pembentukannya bisa berjalan dan langsung dibangun,” ujar H Muhammad yang mulai resmi menjabat Kepala Kemenag Kota Makassar minggu pertama Oktober 2025 lalu.

Selain itu, Kemenag Kota Makassar dapat mendorong pembentukan Badan Wakaf Kota Makassar dengan target penerbitan 100 sertifikat tanah wakaf. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar, termasuk pembiayaan operasional dan proses pengukuran lahan.

Kemenag Kota Makasar juga menggalakkan sosialisasi wakaf uang, yang selama ini masih belum optimal dimanfaatkan masyarakat. Padahal, menurutnya, wakaf uang memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan fasilitas publik seperti jembatan, rumah ibadah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Tantangan kita hari ini adalah mengubah pola pikir masyarakat. Wakaf bukan hanya soal tanah atau bangunan, tetapi juga wakaf uang yang manfaatnya sangat luas,” ujar Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Makassar.

Di bidang pemberdayaan umat, Kemenag Kota Makassar turut menguatkan peran Baznas sebagai pilar ekonomi umat serta mengembangkan program ekoteologi, yakni pendekatan ketuhanan dalam menjaga lingkungan (bumi).

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peran Kementerian Agama Kota Makassar sangat strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama dan membangun karakter masyarakat yang pluralis.

“Kemenag tidak hanya mengurus urusan dunia, tetapi juga menyatukan perbedaan, melakukan pengawasan dan membangun pola pendidikan keagamaan. Tantangannya sangat kompleks mulai dari aliran menyimpang hingga upaya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan agama,” ujar Munafri Arifuddin.

Ia menambahkan, tugas menjaga nilai-nilai agama bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenag semata, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga memaparkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat, di antaranya melalui jaminan keselamatan kerja, jaminan hari tua, serta pemberian insentif kepada guru guru mengaji dan petugas pemandi mayat (jenazah).

Selain itu, Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Tahun 2025 juga telah mengatur proses pembangunan berbasis nilai-nilai agama, kearifan lokal dan akhlak yang tercermin dalam budaya sopan santun masyarakat Makassar.

Pemkot Makassar berharap nilai-nilai ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik ke depan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan silaturahmi antara Kemenag dan Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak positif dan nyata bagi masyarakat Kota Makassar. **ril***

Laporan : Darwis Jamal Takdir