TORAJA UTARA – Suasana sore itu terasa begitu hangat di teras sudut rumah. Sang Nenek sedang duduk bersantai menikmati udara siang.
Rafa cucu dari nenek Marta Mindi (97) berjalan mendekat sembari menggenggam sesuatu di tangannya. Dengan senyum lebar, ia menyerahkan selembar uang tunai bernilai seratus dari sang ayah untuk diteruskan kepada sang nenek.
Menerima pemberian itu, wajah keriput sang nenek langsung berubah cerah. Matanya berbinar menatap lembaran uang di tangannya. Dalam dialek Toraja yang kental dan penuh nada kelakar, sang nenek berseru.
”Wah kurre mi benna seng saratu. Patalo ambe mu Rafa” Kata Sang Nenek tersenyum, Selasa (3/11/2026) siang.
Mendengar celetukan spontan sang nenek, Rafa yang berdiri tidak jauh dari sana langsung tersenyum simpul. Ia tahu betul pembawaan neneknya yang gemar bercanda di balik guratan usianya.
Sementara itu, sang menantu yang berada di dekat mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tak kuasa menahan tawa mendengar jawaban sang nenek yang begitu polos namun menggelitik hati.
Ruang tengah rumah itu pun seketika dipenuhi oleh tawa kecil yang hangat, merayakan momen sederhana namun sangat berkesan bagi mereka semua.(*/Erlin)
Menolak Renta di Ujung Usia: Kelakar Hangat Nenek Marta Mindi yang Memecah Keheningan Sore di Rantebua








