oleh

PMI dan Kejaksaan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dan Aksi Kemanusiaan di Toraja Utara

SEMANGATKARYA.COM, Toraja Utara – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Toraja Utara dan Kejaksaan Negeri Tana Toraja menggelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana serta Donor Darah, di Art Center Alun-Alun Kota Rantepao, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI yang jatuh pada 17 September 2026, sekaligus rangkaian Hari Lahir Adhyaksa ke-81 yang diperingati pada 2 September 2026.

Ketua Panitia, Kepala BKPSDM Kabupaten Toraja Utara Irmawati Patandung, S.E., Ak., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan mengusung semangat HUT PMI ke-81 dengan tema “Peduli, Bergerak Bersama.”

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kepedulian dan aksi kemanusiaan, memperkenalkan peran dan layanan PMI kepada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PMI, masyarakat, relawan, komunitas, media, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana.

Peserta kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Toraja Utara sebagai ko-fasilitator, perwakilan 28 Puskesmas, para camat dan lurah, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Crisis Center Gereja Toraja, serta Badan Penanggulangan Bencana PPNI Toraja Utara.

Irmawati berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada rangkaian peringatan HUT PMI dan Hari Lahir Adhyaksa, tetapi dapat mendorong keberlanjutan aksi kemanusiaan dan penguatan sinergi dalam penanggulangan bencana di Toraja Utara.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja Andi Mujahidah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan PMI terhadap pelaksanaan kegiatan donor darah.

Ia menilai sosialisasi tanggap bencana penting untuk terus dilakukan sebagai upaya memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Pengetahuan mengenai kebencanaan perlu terus diperbarui melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi. Demikian pula donor darah perlu dilakukan secara berkelanjutan karena darah yang disumbangkan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Andi Mujahidah juga berharap kegiatan donor darah tidak hanya dilaksanakan pada momentum peringatan hari besar, tetapi dapat dijadwalkan secara berkala sebagai bagian dari aksi kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Toraja Utara yang juga sebagai Ketua PMI Kab Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak., menegaskan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, mengingat Toraja Utara memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi.

“Tujuan utama kita adalah meminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Tanggung jawab ini bukan hanya pemerintah, BPBD, kecamatan, lembang, dan PMI, tetapi membutuhkan keterlibatan relawan serta masyarakat yang terlatih,” tegas Bupati.

Bupati mengapresiasi PMI yang terus meningkatkan kapasitas organisasi dan anggotanya. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan kebencanaan harus diperbarui secara berkala melalui pelatihan dan simulasi, serta didukung ketersediaan peralatan dan anggaran yang memadai.

Ia juga menegaskan bahwa tugas PMI tidak hanya berkaitan dengan donor darah, tetapi merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, PMI, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat.

Dalam penanganan bencana, Bupati mendorong peningkatan kapasitas personel serta penggunaan peralatan modern, khususnya dalam pencarian dan pertolongan korban. Hal ini penting agar Toraja Utara semakin mandiri dan tidak selalu bergantung pada dukungan dari daerah lain.

Bupati turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi longsor, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, antara lain Baruppu, Buntu Pepasan, Rindingallo, Dende Piongan Napo, serta sejumlah titik di Kecamatan Tikala.

Ia meminta pengawasan pembangunan diperketat, terutama terhadap bangunan yang berada di badan sungai, bahu jalan, maupun kawasan rawan longsor. Menurutnya, aspek keselamatan dan risiko bencana harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pembangunan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan mendorong pengaktifan kembali Siskamling di tingkat dusun dan lingkungan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Siskamling diharapkan dapat menjadi salah satu sarana penyebaran informasi dan mitigasi bencana di tingkat masyarakat.

“Dengan kesiapsiagaan yang baik, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi semua pihak, kita dapat mengurangi risiko dan meminimalkan dampak bencana di Toraja Utara,” kunci Bupati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Markas PMI Kab. Toraja Utara yang juga menjabat sebagai Inspektur Daerah Anugerah Y. Rundupadang, S.E., M.M, Kepala BPBD Kabupaten Toraja Utara Paulus Batti, S.E., M.H, mewakili Kapolres Toraja Utara, AKP Maering Parlimbong, S.H, para Kepala Puskesmas, para Kepala OPD dan staf lingkup Pemkab Toraja Utara, para Camat dan Lurah, personel Polres Toraja Utara, personil Kodim 1414/Tana Toraja serta ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Kegiatan ditutup dengan rangkaian sosialisasi tanggap darurat bencana dan pelaksanaan donor darah sebagai wujud nyata semangat “Peduli, Bergerak Bersama” dalam memperkuat aksi kemanusiaan di Kabupaten Toraja Utara.(*)

 

Reporter : Arie Kasih