oleh

Baru 5 Bulan Menahkodai, Kepala SMPN 2 Kapalapitu Sukses Antarkan Siswa Borong Prestasi Akademik dan Non-Akademik

TORAJA UTARA – Belum genap setengah tahun memimpin, kepala sekolah baru SMPN 2 Kapalapitu membuktikan kualitas kepemimpinannya. Dalam kurun waktu 5 bulan menahkodai sekolah tersebut, sinergi yang dibangun berhasil mengantarkan para siswa meraih berbagai prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
‎
‎Akselerasi prestasi ini terlihat nyata pada bidang akademik. Pada Juli lalu, siswa-siswi SMPN 2 Kapalapitu sukses meloloskan diri dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten untuk bidang studi IPS dan Matematika. Capaian ini membawa mereka resmi mewakili Kabupaten Toraja Utara ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
‎
‎Prestasi tersebut melengkapi torehan di bidang non-akademik. Pada kegiatan kepramukaan, sekolah ini berhasil mengawinkan piala dengan menyabet Juara I Pramuka Putri dan Juara II Pramuka Putra di tingkat kecamatan.

Selain itu, dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten, perwakilan sekolah juga sukses mengamankan podium Juara II untuk cabang lomba Pidato Putra.
‎
‎Saat ini, sekolah mengasuh sebanyak 250 siswa yang didukung oleh dedikasi 28 orang guru dan pegawai. Pihak manajemen sekolah menegaskan komitmennya untuk terus menggiatkan keseimbangan antara prestasi akademik, non-akademik, pembentukan karakter, serta kedisiplinan siswa.

“Prioritas kami adalah keseimbangan antara prestasi akademik, non-akademik, pembentukan karakter, serta kedisiplinan siswa,” ucap Kepala SMPN 2 Kapalapitu, Roby Paselle, S.Pd, Selasa (3/11/2026).
‎
‎Guna mewujudkan hal tersebut, proses pembelajaran dan pembimbingan di luar kelas terus digenjot melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).

“Beberapa ekskul pilihan yang aktif berjalan di antaranya adalah sepak bola, bola voli, sepak takraw, Pramuka, musik bambu, hingga korps drumband. Melalui wadah ini, diharapkan siswa yang lulus nantinya tidak hanya berprestasi di luar sana, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku (attitude) yang jauh lebih baik,” terangnya.
‎
‎Kendati terus mendulang prestasi, SMPN 2 Kapalapitu masih memerlukan perhatian serius terkait infrastruktur penunjang belajar. Hingga kini, sekolah belum memiliki fasilitas gedung perpustakaan. Selain itu, fasilitas toilet sekolah dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga mendesak untuk segera direhabilitasi karena kondisinya yang kurang memadai.
‎
‎Kebutuhan fisik ini kian mendesak seiring perkembangan sekolah. Pihak manajemen berharap ke depannya ada bantuan pengadaan ruang guru khusus untuk area kelas jauh, mengingat pos tersebut saat ini menampung sekitar 60 orang siswa.

Dukungan sarana prasarana ini dinilai krusial demi menjaga kenyamanan ruang kerja pendidik dan menjamin keberlanjutan mutu pendidikan anak didik di pelosok Toraja Utara.

Reporter : Arie Kasih