oleh

Eks Presiden Jokowi Diserang Isu Miring, Tokoh Masyarakat: Hargai Jejak Pembangunannya

-Politik-61 views

TORAJA UTARA – Gelombang isu negatif yang terus menerpa Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pasca-purna bakti mendapat sorotan tajam dari daerah.
‎
‎Dinamika ini memuncak seiring berlangsungnya persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, di mana Jokowi telah membeberkan bukti dokumen resmi riwayat pendidikannya dari tingkat SD hingga perguruan tinggi ke publik.
‎
‎Menanggapi situasi tersebut, Tokoh masyarakat Tana Toraja Daniel Somba, angkat bicara.
‎
‎Ia menyayangkan adanya manuver dari sebagian kalangan elit politik yang dinilai sengaja menggiring opini negatif untuk menjatuhkan martabat mantan kepala negara tersebut.
‎
‎”Kita harus selalu mengingat jejak-jejak yang telah diukir Pak Joko Widodo selama menjabat dua periode. Pembangunan dari Sabang sampai Merauke sungguh luar biasa. Janganlah setelah beliau purna bakti, masih terus digiring dengan berbagai isu yang bertujuan menjatuhkan dirinya. Kita wajib menghargai apa yang telah beliau kerjakan,” ujar Daniel kepada awak media, Sabtu (7/11/2026).
‎
‎Simpati Publik Dinilai Justru Menguat

‎Menurut Daniel, serangan politik yang bertubi-tubi ini tidak lepas dari arah pandangan kelompok tertentu terhadap peta politik masa depan. Hal ini mengingat tingkat elektabilitas dan kepercayaan publik terhadap keluarga Joko Widodo yang dinilai masih sangat tinggi di tengah masyarakat.
‎
‎Ia mengamati bahwa upaya-upaya menjatuhkan tersebut justru sering kali memicu respons berkebalikan dari arus bawah. “Bahkan setiap kali ada upaya menjatuhkan, simpati masyarakat justru semakin kuat dan solid,” tuturnya.
‎
‎Meski menyatakan pembelaannya terhadap torehan kerja nyata Jokowi, Mantan Kepala Lembang asal Toraja Utara ini menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan dukungan secara buta.
‎
‎Ia mengajak masyarakat luas untuk tetap rasional dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial maupun media daring.
‎
‎”Saya hanya mencermati, mana yang baik dan mana yang buruk. Kita ambil sisi positifnya, dan buang hal-hal yang negatif,” tambah Daniel.
‎
‎Aroma Tendensi Politik Menuju 2029

‎Sejumlah analis menilai bahwa pusaran polemik yang menyeret nama Joko Widodo belakangan ini tidak dapat dipisahkan dari bayang-bayang dugaan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
‎
‎Ketokohan dan basis dukungan kuat yang dimiliki Jokowi dianggap masih menjadi faktor penentu yang diperhitungkan oleh berbagai fraksi politik.
‎
‎Daniel Somba pun melihat adanya aroma tendensi politik yang kuat dari sebagian elit yang berusaha mereduksi pengaruh serta warisan kepemimpinan era Jokowi.
‎
‎Menutup keterangannya, ia meminta masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terombang-ambing oleh provokasi.
‎
‎”Kita harus sadar, menjatuhkan seseorang tidaklah mudah. Segala sesuatunya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Betapapun kerasnya upaya orang lain untuk menumbangkan kita, jika belum waktunya, hal itu tidak akan pernah terjadi. Mari kita tetap waspada dan tidak terjebak dalam permainan politik kelompok tertentu,” pungkas Daniel.(*)
‎
‎Author : Erlinuddin

Editor : Arie Kasih