oleh

Berprestasi di Tengah Keterbatasan, SDN 1 Kapalapitu Borong Juara Umum FLS3N dan Pramuka 2026

SEMANGATKARYA.COM, Toraja Utara – ‎Semangat belajar anak-anak di wilayah pedalaman tidak surut oleh bayang-bayang trauma bencana. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah baru, Dina Bara, S.Pd., yang mulai menjabat sejak April 2026, SDN 1 Kapalapitu sukses mengukir prestasi gemilang dengan memborong predikat Juara Umum.

‎Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Kapalapitu ini, sekaligus menyabet Juara Umum Perkemahan Pramuka pada September baru baru ini.
‎
‎Namun di balik senyum kemenangan dan deretan piala tersebut, tersimpan kisah perjuangan memilukan. Para siswa berprestasi ini setiap hari tidak nyaman belajar di dalam ruang kelas yang retak parah akibat hantaman longsor.
‎
‎Sapu Bersih Gelar Juara di Tingkat Kecamatan
‎
‎Rentetan prestasi emas ini diraih berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir. Pada pergelaran FLS3N bulan Mei lalu, SDN 1 Kapalapitu menyapu bersih Juara 1 di empat bidang bergengsi:
‎
‎• Juara 1 Tari Kreasi
‎• Juara 1 Menyanyi Solo
‎• Juara 1 Gambar Bercerita
‎• Juara 1 Kriya (membuat rumah dari karton)
‎
‎Ketangguhan mental anak-anak Kapalapitu kembali teruji pada September 2026. Mereka berhasil keluar sebagai Juara 1 Umum Perkemahan Pramuka Kwartir Ranting Kapalapitu untuk regu Penggalang Putra dan Putri.
‎
‎Tidak berhenti di situ, pada bulan yang sama, sekolah ini mendominasi podium di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dengan meraih Juara 1 Pidato Putra, Juara 1 Mendongeng Putra, Juara 1 Komedi Tunggal Putra & Putri, Juara 2 Cerpen Putra & Putri, serta Juara 3 Pidato Putri.
‎
‎SDN 1 Kapalapitu resmi ditunjuk menjadi lokus kegiatan UKS tingkat kabupaten. Letaknya yang strategis di dekat Puskesmas Kepe mendukung optimalisasi ruang UKS mereka sebagai percontohan layanan kesehatan anak usia sekolah.
‎
‎Menatap Dinding Retak Fatal dari Longsor 2024
‎
‎Kepala Sekolah SDN 1 Kapalapitu, Dina Bara, S.Pd., mengungkapkan rasa haru yang mendalam atas komitmen dan dedikasi para guru pembimbing yang tanpa lelah menemani langkah anak-anak. Namun, ia tidak menampik adanya kekhawatiran besar yang selalu menghantui setiap proses belajar mengajar.

‎Sejak bencana longsor melanda pada tahun 2024 silam, infrastruktur Ruang Kelas Baru (RKB) khususnya untuk kelas 2 dan kelas 3 mengalami retak fatal pada dinding.

‎”Skala prioritas kami saat ini adalah menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah agar mereka lebih termotivasi. Kami sangat berharap bangunan yang terdampak bencana ini segera mendapat perhatian dan perbaikan dari pemerintah,” ujar Dina Bara, belum lama ini.

‎Melalui untaian prestasi yang telah dibuktikan oleh para siswa, SDN 1 Kapalapitu mengetuk hati pemerintah dan dinas terkait agar mata serta perhatian segera tertuju pada keselamatan mimpi anak-anak bangsa di Kapalapitu.

Reporter: Arie Kasih
‎