oleh

Diberi Amanah sebagai Kepala Bappelitbangda, Aspar Fokus Capaian Kinerja PD

Luwu Utara — Drs. H. Aspar bukan orang baru di Bappelitbangda (dulu Bappeda) Luwu Utara. Pada 2013 silam, Aspar pernah menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Statistik Bappeda. Nah, saat dirinya kembali ke Bappelitbangda dan diberi amanah oleh Bupati sebagai orang nomor satu di perangkat daerah (PD) tersebut, ia tentunya tak butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan dan sistem kerja di Bappelitbangda.

Jabatan Aspar sebelum menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda adalah Sekretaris DPRD Luwu Utara. Ia juga pernah menjabat sebagai Plt. Kasatpol PP dan Damkar. Atas dasar pengalaman itulah, Aspar dinilai cakap menduduki posisi sebagai Kepala Bappelitbangda. Perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah, terpadu dan berkesinambungan menjadi fokus Aspar. Sebuah tugas yang tak mudah dilakukan tanpa sinergi dan kolaborasi antar-PD.

“Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk kembali ke Bappelitbangda, yang merupakan bagian dari kolaborasi semua perangkat daerah,” kata Aspar dalam sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bappelitbangda dari Alauddin Sukri (pejabat lama) kepada dirinya selaku pejabat baru, yang juga disaksikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Selasa (2/5/2023), di Aula Bappelitbangda.

Aspar menyebutkan, ada empat hal penting yang menjadi fokus dia bersama jajarannya di Bappelitbangda, yaitu percepatan pencapaian kinerja PD, kinerja pembangunan daerah, kinerja ekonomi makro daerah serta kinerja sosial budaya daerah. “Mari kita bersama-sama tongkrongi PD agar capaian kinerjanya dapat tercapai. Kami harap kerja sama yang baik. Kehadiran kami, insya Allah akan memberikan supporting bagi perangkat daerah lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Aspar dan Alauddin Sukri atas amanah berupa jabatan baru yang diberikan kepada mereka. “Selalu saya sampaikan bahwa jabatan itu bukan hak. Sebagai PNS, hanya ada dua yang menjadi hak kita. Pertama gaji, kedua cuti. Selebihnya amanah dan tugas tambahan yang diberikan pimpinan,” jelas Indah, yang juga istri Anggota DPR-RI, Muhammad Fauzi.

Atas amanah yang diberikan kepada dua pejabat tersebut, Indah berharap dukungan dari semua pihak, utamanya dari jajaran internal Bappelitbangda dan DPMPTSP, agar keduanya dapat mengemban amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan. “Saya harap, khusunya kepada teman-teman Bappelitbangda dan DPMPTSP untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada keduanya agar apa yang menjadi misi organisasi tercapai,” tandasnya. (dw/LH)