oleh

Jumat Curhat, Kapolres Tana Toraja dan Dandim Tator Dengar Keluhan Masyarakat di Kecamatan Rantetayo

-Hukrim-62 views

TANA TORAJA — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tana Toraja AKBP. Malpa Malacoppo, SH., S.I.K., M.I.K. bersama Dandim 1414/Tator Letkol. Monfi Ade Candra S.I.P., M.HAN, kembali menggelar Jumat Curah di Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja, pada Jumat (12/5/2023) pagi.

Program Jumat Curhat yang rutin digelar setiap pekan untuk mendengar keluhkan dan masukan langsung dari masyarakat yang juga turut melibatkan Kodim 1414/Tator ini, adalah salah satu bentuk sinergitas antara TNI-Polri.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Para Kasat Kapolsek Saluputti, Kasi Humas dan Kasi Propam beserta personil Bhabinkamtibmas dan Babinsa, juga dirangkaikan dengan silaturahmi bersama dengan Camat Rantetayo beserta seluruh staf, Kepala Lembang, Lurah, Kepala Lingkungan se-Kecamatan Rantetayo serta Toga, Toda dan Tokoh Masyarakat beserta ratusan masyarakat setempat.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Malpa Malacoppo mengatakan, kegiatan Jumat Curhat ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi bersama dengan masyarakat.

“Kegiatan Jumat Curhat ini digelar untuk meningkatkan kewaspadaan diri terhadap gangguan Kamtibmas, kami mendorong kepada masyarakat untuk bergerak bersama-bersama guna menjaga lingkungannya masing-masing,” kata Kapolres Tana Toraja.

Kapolres Tana Toraja juga mengatakan, Jumat Curhat ini merupakan Program Quick Wins Presisi Polri bersama TNI, yang mana bertujuan menyerap informasi, mendengar aspirasi warga serta dapat memberikan saran dan masukan terhadap kinerja Polri dan TNI di tengah-tengah Masyarakat.

“Apa yang disampaikan oleh masyarakat tadi, itu akan kami kami jadikan atensi dalam melaksanakan tugas dan kami juga membagikan brosur layanan pengaduan melalui Medsos Polres Tana Toraja sehingga warga yang ingin menyampaikan informasi secara lansung dapat melalui media sosial Polres yang kami bagikan,” kata Kapolres Tana Toraja.

Pada kegiatan itu, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan tentang adanya aktivitas tambang galian C di sungai Tapparan Kecamatan Rantetayo, dimana menurutnya sudah ada alat berat berupa Excapator yang digunakan, dianggap masyarakat setempat bisa berdampak pada kerusakan jembatan dan sekolah yang berada di dekat sungai tersebut

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan melindungi diri dari bentuk kejahatan,” pinta Kapolres.(**)