TANA TORAJA – Tahapan Pemilihan Kepala Lembang (Pilkalem) Balla, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan hingga kini masih berada dalam fase persiapan. Namun, meski Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Lembang (DPML) Tana Toraja belum merilis tanggal pasti pemungutan suara, tensi politik di tingkat Lembang justru mulai menghangat dengan munculnya isu kampanye hitam.
Sebelumnya, sebagai langkah antisipasi, DPML Tana Toraja sebenarnya telah menggelar rapat konsolidasi bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta sejumlah instansi terkait pada 28 September 2026 lalu.
Pertemuan tersebut digagas khusus untuk memetakan potensi pelanggaran dan menjaga integritas di setiap tahapan pemilihan.
Kendati instansi terkait telah melakukan langkah mitigasi, upaya politik saling menjatuhkan dari oknum yang tidak bertanggung jawab dilaporkan mulai berembus di tengah masyarakat, bahkan sebelum tahapan pendaftaran calon sepenuhnya rampung.
Merespons dinamika tersebut, mantan Kepala Lembang Balla sekaligus pengamat sosial kemasyarakatan, Daniel Somba, angkat bicara.
Ia meminta keluarga besar dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi situasi ini dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi.
”Kita berharap bersama agar Pilkalem di lembang kita bisa berjalan kondusif tanpa ada gangguan. Masyarakat sekarang sudah bisa menilai siapa yang bijak untuk menjadi perwakilan kita di Lembang Balla. Jangan mau terpancing dengan isu apa pun,” ujar Daniel Somba kepada awak media, Sabtu, 7 November 2026.
Pria yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan ini juga menyelipkan pesan moral dan spiritual yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa kontestasi politik lokal ini bukanlah ajang adu kekuatan atau kehebatan, melainkan sebuah proses pengabdian.
”Saya hanya mengingatkan; kalau didengar itu syukur, kalau tidak juga tidak masalah. Kita sebagai ciptaan-Nya jangan sombong dan meremehkan siapa pun. Ini bukan soal adu kehebatan, segala-galanya ada di bawah kehendak Tuhan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, DPML Tana Toraja belum mempublikasikan secara terbuka mengenai daftar calon tetap, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), maupun jadwal resmi pencoblosan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan transparansi informasi data dan kepastian tahapan pemilu, pihak pemkab menyediakan akses resmi melalui mekanisme permohonan informasi publik di Kantor DPML setempat atau via portal Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Tana Toraja.(*)
Author : Erlinuddin
Editor: Arie Kasih









